Related Items
Home
Review
Album
Chrisye - Sabda Alam
Review
Album
Chrisye - Sabda Alam | Chrisye - Sabda Alam |
|
|
|
ALBUM : SABDA ALAM ARTIS : CHRISYE LABEL : MUSICA STUDIO'S TAHUN : 1978 Tak terasa album "Sabda Alam" milik almarhum Chrisye ini telah memasuki usia 30 tahun. Album ini merupakan gebrakan pertama Chrisye pada perusahaan rekaman milik Amin Widjaja Musica Studio's. Dan Chrisye tetap bertahan di Musica Studio's hingga akhir hayatnya. Sukses yang diraih Chrisye pada album LCLR Prambors 1977 dan "Badai Pasti Berlalu", membuat Amin Widjaja tertarik meminang Chrisye. Di album yang didukung oleh Chrisye (vokal,bass),Yockie Soerjoprajogo (keyboards,gitar), Keenan Nasution (drums), Roni Harahap (piano) serta Trio Bebek (vokal latar) ini memang banyak menawarkan sesuatu yang baru dalam gugus musik pop Indonesia saat itu. Dominasi instrumen keyboard yang dimainkan Yockie Soerjoprajogo (yang lagi libur dengan grup rock nya God Bless) kian menjadi di album ini. Jika kita simak, album ini sebetulnya merupakan ikhtisar dari dua album fenomenal yaitu "Guruh Gipsy" (1976) dan "Badai Pasti Berlalu" (1977). Lagu "Smaradhana" karya Guruh Soekarno Putera yang bertekstur gloomy pada album "Guruh Gipsy, di album ini terasa lebih cair dimainkan dengan beat hustle dan rhythm piano yang mengikuti perangai gamelan Bali. Lebih ceria. Secara kebetulan 4 personil Guruh Gipsy ada di album ini yaitu Chrisye, Keenan Nasution, Roni Harahap dan Guruh Soekarno Putera. Guruh banyak mengkontribusikan lagu lagu ciptaannya antara lain "Kala Sang Surya Tenggelam" dan "Anak Jalanan" yang diangkat dari soundtrack film "Ali Topan Anak Jalanan" (1976). Juga ada Junaedi Salat, aktor pemeran Ali Topan yang terampil menulis lirik dan lagu. Junaedi Salat yang kini telah menjadi pendeta, setahun sebelumnya menjadi pemenang utama LCLR Prambors 1977 lewat lagu "Kemelut" yang dinyanyikan Keenan Nasution. Baik Guruh maupun Junaedi saat itu juga aktif melatih kelompok Swara Maharddhika. Tak heran jika lirik lirik di album ini yang ditorehkan Guruh dan Junaedi banyak menyusupkan kosa kata Sansekerta. Dalam sampul albumnya tertera kamus mini yang menerangkan makna kata "aneh" seperti marcapada, bijana, bahaduri, nirmala, niskala, andhika dewa, prana dan entah apa lagi. Apa yang dilakukan pendukung album Chrisye ini pada akhirnya menjadi trend setter musik pop pada akhir era 70-an dan awal 80-an. Semasa hidupnya Chrisye bertutur bahwa ketika pembuatan "Sabda Alam", ia lagi banyak menyimak album "And Then There Were Three" nya Genesis yang telah mulai memasuki ranah pop setelah sebelumnya lebih lekat dengan atmosfer rock progresif. Coba simak progresi akord pada lagu "Cita Secinta" yang mengingatkan kita pada akord verse awal lagu "Follow You Follow Me" (Genesis). Atau nuansa arransemen "Anak Jalanan" yang mengingatkan kita pada "Cold As Ice" nya Foreigner maupun "Trick Of The Tail" nya Genesis. Mereka memang tidak menjiplak, melainkan "meminjam" nuansa. Coba pula simak lagu "Sabda Alam" yang ditulis Chrisye, lalu anda menyimak lagu " Love Is All That Matters" milik Eric Carmen dari album "Boats Against The Current" (1977) , maka kian mahfumlah kita bahwa Chrisye sangat terpengaruh dengan lagu bernuansa ballad milik mantan vokalis The Raspberries itu. Menyimak album ini 30 tahun kemudian ternyata tetap terasa hijau .Album ini jelas merupakan artefak masa lalu yang tetap tak jemu jemunya kita dengarkan mupun kita senandungkan. TRACKLIST 1.Juwita. 2.Sabda Alam 3.Smaradhana 4.Duka Sang Bahaduri 5.Cita Secinta 6.Kala Sang Surya Tenggelam 7.Nada Asmara 8.Citra Hitam 9.Adakah 10.Anak Jalanan. Written by : Denny Sakrie |
| < Prev | Next > |
|---|




